UBUD – Untuk pertama kalinya sebuah museum dunia yang diberi nama Museum Marketing 3.0, didirikan di Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali.
Peletakan batu pertama pembangunan Museum Marketing 3.0 di atas lahan seluas 1.000 meter persegi di kawasan Museum Puri Lukisan, Ubud.
Hadir dalam acara tersebut Ketua DPD RI Irman Gusman, Bupati Gianyar Cokorda Oka Sukawati, Kuntoro Mangkusubroto dan ratusan peserta konferensi internasional marketing dari berbagai negara Asia, Australia dan Eropa.
Dipilihnya Ubud sebagai tempat berdirinya Museum Marketing 3.0, kata Irman Gusman, tak lain karena daerah ini sejak dulu memiliki keindahan alam, banyak galeri seni dan pertunjukkan musik dan tari.
“Tokoh tokoh artis kelas dunia seperti Antonio Blanco, Water Spies dan Arie Smith pernah datang dan mengajar serta tinggal di Ubud,” kata Irman Gusman di Ubud, Minggu (30/5/2010) malam.
“Kami memberi apresiasi atas pembangunan museum marketing 3.0, diharapkan bisa memperkuat kedudukan Bali, sebagai tujuan wisata dunia. Diharapkan museum ini bisa meningkatkan turis lokal dan asing tidak hanya tujuan marketing namun juga tujuan pariwisata,” tandas Irman Gusman.
Mengutip buku karangan Hermawan Kertajaya dalam Marketing 3.0, sebagai marketing mutakhir, bahwa kegiatan ekonomi tidak hanya berdasar pada produk dan hubungan bisnis melainkan atas nilai-nilai moral dan human spirit,” ucap dia.
Gusman meyakini museum yang diiharapkan rampung pembangunannya pada 2012 nanti, bisa menjadi sarana mencapai tujuan MDGs, guna mengurangi kemikinan, pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan dunia.
Sementara itu, Hermawan menambahkan, nantinya bangunan maseum ubud Marketing 3.0 bakal memadukan produk dan spirit hidup. “Seperti dalam buku saya yang ada kata pengantarnya Pak Presiden SBY, menjelaskan bagaimana nilai kejujuran melindungi ilmu marketing,” ungkapnya.
Indonesia lanjut Hermawan, merupakan simbol spritualitas dunia lebih khusus lagi di Bali.” Nantinya dalam museum tersebut bersisi pengalaman story kasus yang ada, di perusahaan perusahaan dunia, bagaimana mereka yang menjalankan nilai kejujuran sehingga pengunjung bisa belajar dari museum ini,” katanya.
Bahkan kata dia di Ubud sejak dahulu sudah menjalankan marketing dunia seperti kejujuran dan kerja keras.(rhs)
Sumber : http://economy.okezone.com/read/2010/05/31/320/337774/museum-marketing-dunia-berdiri-di-ubud
